top of page

IWRA Hadir sebagai Wadah Bersama Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar di Indonesia

Gambar penulis: Indonesian Wildlife Rescue Alliance
Indonesian Wildlife Rescue Alliance
5 Okt
3 menit membaca

Di Indonesia, upaya penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar telah dilakukan oleh berbagai pusat penyelamatan satwa, lembaga konservasi khusus, organisasi konservasi, dan para profesional di berbagai wilayah.


Setiap lembaga memiliki pengalaman, keahlian, fasilitas, sumber daya manusia, serta pengetahuan yang berbeda. Namun, di tengah beragamnya kapasitas tersebut, terdapat satu tantangan yang masih kita hadapi bersama: belum semua sumber daya dan pengalaman tersebut terhubung secara optimal.


Dari kebutuhan inilah Indonesian Wildlife Rescue Alliance (IWRA) hadir.

IWRA dibentuk sebagai wadah bersama bagi pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar di Indonesia. Sebuah ruang untuk terhubung, berbagi pengetahuan dan pengalaman, membangun kolaborasi, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.


Sebuah momentum untuk berkumpul dan mendengarkan


Pada 24-25 September 2026, IWRA menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Jaringan Nasional Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar untuk Mendukung Penegakan Hukum di Jakarta.


Kegiatan ini mempertemukan perwakilan pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa serta lembaga konservasi khusus dari berbagai wilayah Indonesia, bersama perwakilan Kementerian Kehutanan, organisasi konservasi, dan mitra terkait lainnya.


Bagi IWRA, pertemuan ini bukan sekadar sebuah lokakarya.

Ini merupakan momentum penting dalam perjalanan IWRA untuk memperkenalkan dirinya sebagai sebuah jejaring nasional sekaligus membuka ruang untuk mendengarkan langsung kebutuhan, tantangan, pengalaman, dan harapan dari mereka yang selama ini berada di garis depan penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar. Sebab, sebuah jejaring tidak dapat dibangun hanya dari sebuah nama atau struktur organisasi.

Jejaring dibangun dari hubungan, kepercayaan, komunikasi, dan kemauan untuk bekerja bersama.


Kita tidak dapat menyelesaikan semuanya sendiri


Penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar merupakan pekerjaan yang kompleks.

Satwa dapat berasal dari berbagai kondisi dan latar belakang. Hasil penyitaan, penyerahan, konflik, perdagangan ilegal, atau penyelamatan dari situasi yang membahayakan.


Setiap satwa kemudian membutuhkan penanganan yang berbeda, mulai dari penerimaan dan identifikasi, pemeriksaan kesehatan, perawatan, rehabilitasi, hingga kemungkinan pelepasliaran atau penanganan jangka panjang.


Di balik setiap proses tersebut terdapat banyak pihak yang memiliki peran masing-masing. Pemerintah memiliki mandat dan kewenangan. Aparat penegak hukum menjalankan proses penegakan hukum. Pusat penyelamatan dan rehabilitasi memiliki fasilitas serta keahlian dalam penanganan satwa. Dokter hewan dan tenaga profesional memberikan dukungan teknis. Organisasi konservasi, akademisi, masyarakat, dan berbagai mitra lainnya juga memiliki kontribusi yang tidak kalah penting.


Melihat kompleksitas tersebut, kami menyadari bahwa tidak ada satu organisasi yang dapat melakukan semuanya sendiri. Karena itulah, kolaborasi menjadi penting dan IWRA lahir dari kesadaran tersebut.



IWRA bukan regulator, bukan kompetitor


Sejak awal, IWRA dibangun dengan pemahaman yang jelas mengenai perannya.

IWRA bukan regulator.

IWRA bukan kompetitor.

IWRA bukan donor.

Dan IWRA bukan lembaga yang hadir untuk menggantikan pekerjaan organisasi yang telah ada.


Sebaliknya, IWRA ingin menjadi konektor, ruang yang membantu menghubungkan satu dengan yang lain. Melalui jejaring ini, pengalaman yang dimiliki satu lembaga dapat menjadi pembelajaran bagi lembaga lainnya. Kebutuhan terhadap keahlian tertentu dapat dihubungkan dengan orang atau institusi yang memiliki kapasitas tersebut. Praktik baik dapat dibagikan. Tantangan yang dihadapi bersama dapat dibicarakan secara terbuka.


Dengan demikian, IWRA diharapkan dapat menjadi semacam “rumah bersama” bagi para pelaku penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar di Indonesia.

Bukan rumah yang menyeragamkan semua orang, melainkan ruang yang memungkinkan kita tetap berbeda sambil menemukan cara untuk bekerja bersama.


Dari sebuah pertemuan menuju sebuah perjalanan bersama


Lokakarya ini menjadi salah satu momentum awal dalam perjalanan tersebut. Pertemuan ini memberikan ruang bagi berbagai pihak untuk tidak hanya berbicara mengenai apa yang sudah berjalan, tetapi juga mengenai apa yang masih menjadi tantangan.


Tidak hanya membicarakan apa yang dibutuhkan dari pihak lain, tetapi juga apa yang dapat kita kontribusikan satu sama lain. Membangun jejaring tidak berarti kita harus selalu memiliki pandangan atau cara kerja yang sama. Justru keberagaman pengalaman, kapasitas, dan perspektif adalah kekuatan yang dapat membantu kita menemukan cara kerja bersama yang lebih baik.


Dengan tetap menghormati mandat, kewenangan, dan tanggung jawab masing-masing pihak, IWRA ingin menjadi ruang tempat kolaborasi tersebut dapat tumbuh.


Membangun masa depan penyelamatan satwa liar bersama


Perjalanan IWRA baru saja dimulai. Masih banyak hal yang perlu dibangun. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Dan masih banyak pertanyaan yang perlu dijawab bersama. Namun, satu hal yang sudah menjadi semakin jelas:


Penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar membutuhkan kita untuk bekerja bersama.


IWRA hadir untuk membantu menciptakan ruang bagi kerja bersama tersebut. Ruang untuk berbagi. Ruang untuk belajar. Ruang untuk menghubungkan kebutuhan dengan kapasitas. Dan ruang untuk membangun solusi bersama.


Karena pada akhirnya, tujuan kita bukan sekadar memiliki sebuah jejaring. Tujuan kita adalah memastikan bahwa setiap satwa liar yang membutuhkan penyelamatan dan rehabilitasi dapat ditangani secara bertanggung jawab, profesional, terkoordinasi, dan dengan menjunjung tinggi kesejahteraan satwa.



Ucapan terima kasih


Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan Lokakarya Penguatan Jaringan Nasional Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar untuk Mendukung Penegakan Hukum pada tanggal 24-25 September 2026 di Jakarta.


Terima kasih kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, terutama Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) dan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan), Asia for Animals Coalition, UNDP Leverage Project, seluruh perwakilan dari Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi satwa liar yang hadir beserta organisasi konservasi dan mitra-mitra yang turut hadir dalam kegiatan lokakarya ini.

Komentar


bottom of page