top of page
SM.png

Tentang Kami

IMG_8474.HEIC
SM.png

Sejarah Kami

Indonesian Wildlife Rescue Alliance (IWRA) lahir dari kebutuhan akan kolaborasi yang lebih kuat di antara suaka satwa liar dan lembaga konservasi khusus di Indonesia. Selama beberapa dekade terakhir, berbagai organisasi konservasi, instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, serta institusi lainnya telah bekerja bersama dalam menangani beragam tantangan konservasi. Namun demikian, belum tersedia sebuah mekanisme kolaborasi yang terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan yang secara khusus mewadahi pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar di tingkat nasional.

 

Indonesia pernah memiliki jaringan nasional pusat penyelamatan satwa yang dibentuk pada tahun 2002 bersama enam pusat penyelamatan satwa. Jaringan tersebut berperan penting dalam memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah, namun berhenti beroperasi pada tahun 2006 setelah berakhirnya perjanjian kerja sama dengan Kementerian Kehutanan.

 

Seiring berjalannya waktu, berbagai jaringan konservasi yang berfokus pada spesies tertentu maupun isu-isu tematik terus berkembang dan menunjukkan keberhasilan dalam mendorong kolaborasi lintas lembaga. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kemitraan yang kuat merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan konservasi yang semakin kompleks. Meskipun demikian, hingga kini belum terdapat sebuah jaringan nasional yang secara khusus mewakili, menghubungkan, dan memperkuat keberagaman pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar di seluruh Indonesia.

​

Berangkat dari kebutuhan tersebut, anggota Sanctuaries and Rescue Centers Coalition (SARCC) di bawah Asia for Animals (AfA) Coalition membentuk sebuah kelompok diskusi pada tahun 2023 untuk mengembangkan konsep jaringan nasional bagi komunitas pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar di Indonesia. Melalui berbagai konsultasi dengan para pemangku kepentingan, teridentifikasi kebutuhan bersama akan peningkatan kapasitas, penguatan pertukaran informasi, koordinasi yang lebih efektif, serta kolaborasi yang lebih erat dalam mendukung lembaga konservasi khusus di Indonesia.

 

Dengan fasilitasi dan dukungan dari Asia for Animals, inisiatif tersebut berkembang menjadi Indonesian Wildlife Rescue Alliance (IWRA), sebuah jaringan nasional penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar yang mempertemukan lembaga konservasi khusus di Indonesia dengan berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga akademik, dan mitra konservasi lainnya.

 

Dari berbagai percakapan dan pengalaman yang kami dengar, kami mulai menyadari satu hal: setiap organisasi punya pengalaman yang bisa dibagikan, setiap pengalaman punya pelajaran yang bisa dipelajari, dan ketika kita bekerja bersama, kita bisa mencapai lebih banyak. Dari situlah gagasan IWRA mulai tumbuh.

 

IWRA dibangun bukan untuk menjadi organisasi lain yang berjalan sendiri, tetapi untuk mempertemukan mereka yang selama ini bekerja di bidang penyelamatan satwa liar.

Apa yang Mendorong Kami

Visi dan Misi Kami Menjadi Arah untuk Melangkah ke Depan

Visi Kami

“Terwujudnya ekosistem jejaring penyelamatan satwa liar di Indonesia yang terhubung, berdaya, dan menjunjung tinggi kesejahteraan satwa”

Misi Kami

Menjadi ruang kolaborasi dan transfer pengetahuan dengan menjadi center of excellence bagi anggota.

Memperkuat kelembagaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna menciptakan lembaga konservasi khusus yang profesional dan berkelanjutan.

Mendorong kebijakan kesejahteraan satwa liar berbasis bukti/kajian ilmiah,  dan standar bersama.

Orang-Orang di Balik IWRA

Dewan Pengurus

Billy Gustafianto Lolowang

Ketua

Drh. Prameswari Wendi

Dewan Pengawas

Drh. Irhamna Putri R

Sekretaris

Drh. Andriansyah

Penasihat

Drh. Citrakasih M Nente

Bendahara

Dwi N Adhiasto

Penasihat

Dewan Penasihat

Willemijn Eggen

Wanicare Foundation

Elliot Carr

Asia for Animals Coalition

Karmele L Sanchez

International Animal Rescue

Gregg Tully

Animals Unbound

Pelaksana Harian

Reza.png
Reza Kurniawan

Direktur Eksekutif

bottom of page